Share

Home Stories

Stories 05 September 2022

Soal Kebocoran NIK, Menkominfo: Jaga Data Pribadi!

Tanggapi kebocoran data, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate meminta masyarakat agar lebih menjaga NIK-nya masing-masing.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan sambutannya dalam pembukaan forum Digital Innovation Network (DIN) G20

Context, JAKARTA - Menanggapi kebocoran 1,3 miliar data pribadi berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) di dalam SIM Card, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate meminta masyarakat agar lebih menjaga NIK-nya masing-masing.

NIK sendiri adalah data pribadi yang sangat penting, karena mencangkup tentang status kependudukan seseorang. Berdasarkan peraturan Kominfo, NIK adalah salah satu syarat untuk melakukan registrasi pada SIM Card di Indonesia. Namun, sebuah akun hacker telah membocorkan dan menjual 1,3 miliar NIK dan KK dari proses registrasi SIM Card.

Bukannya merasa bertanggung jawab akan kebocoran data masyarakat, Johnny malah meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan lebih menjaga data pribadinya. Menurutnya, akan sangat berbahaya jika NIK bisa disalah gunakan oleh orang lain.


Johnny G. Plate: “Jangan Saling Menyalahkan!”

Selain itu, Johnny juga menyampaikan agar kebocoran 1,3 miliar data pribadi tersebut tidak dijadikan sebagai ajang saling menyalahkan. "Tidak boleh hanya salah-salahkan, tapi harus dicari penyebabnya dan di mana," ujar Johnny dikutip dari Tempo.

"Yang jadi soal di Indonesia ini, NIK yang sama bisa mempunyai SIM card yang banyak, yang mana itu oke juga, kalau punya sendiri. Kalau dipakai orang lain, karena tidak menjaga NIK-nya, pihak ketiga bisa mempunyai NIK kita," lanjutnya.

Setelah kabar kebocoran miliaran data pribadi ini viral di media sosial, netizen langsung membanjiri berbagai macam platform dengan berbagai macam pendapat. Tetapi, yang paling banyak adalah pendapat mengenai Kominfo yang tidak bertanggung jawab untuk melindungi data pribadi masyarakat Indonesia.

Salah satunya diungkapkan oleh Cybersecurity Consultant Teguh Aprianto melalui akun Twitternya. “Tahun 2018 @kemkominfo memaksa kita untuk melakukan registrasi nomor HP menggunakan NIK dan KK, dijanjikan akan terbebas dari spam,” tulis Teguh. “Terbebas dari spam tak didapat, kini data registrasi no HP (NIK, No HP, provider, tanggal registrasi) sebanyak 1,3 miliar bocor & dijual #BlokirKominfo,” lanjutnya.

Saat ini, Kominfo sudah melakukan penelusuran mengenai kebocoran data miliaran orang dalam SIM Card tersebut. Dalam pernyataan awal, Kominfo mengaku bahwa kebocoran data tersebut bukan diakibatkan oleh kelalaian dari pihaknya. Pasalnya format yang terdapat dalam data-data tersebut berbeda.



Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Putri Dewi

Stories 05 September 2022

Soal Kebocoran NIK, Menkominfo: Jaga Data Pribadi!

Tanggapi kebocoran data, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate meminta masyarakat agar lebih menjaga NIK-nya masing-masing.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan sambutannya dalam pembukaan forum Digital Innovation Network (DIN) G20

Context, JAKARTA - Menanggapi kebocoran 1,3 miliar data pribadi berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) di dalam SIM Card, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate meminta masyarakat agar lebih menjaga NIK-nya masing-masing.

NIK sendiri adalah data pribadi yang sangat penting, karena mencangkup tentang status kependudukan seseorang. Berdasarkan peraturan Kominfo, NIK adalah salah satu syarat untuk melakukan registrasi pada SIM Card di Indonesia. Namun, sebuah akun hacker telah membocorkan dan menjual 1,3 miliar NIK dan KK dari proses registrasi SIM Card.

Bukannya merasa bertanggung jawab akan kebocoran data masyarakat, Johnny malah meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan lebih menjaga data pribadinya. Menurutnya, akan sangat berbahaya jika NIK bisa disalah gunakan oleh orang lain.


Johnny G. Plate: “Jangan Saling Menyalahkan!”

Selain itu, Johnny juga menyampaikan agar kebocoran 1,3 miliar data pribadi tersebut tidak dijadikan sebagai ajang saling menyalahkan. "Tidak boleh hanya salah-salahkan, tapi harus dicari penyebabnya dan di mana," ujar Johnny dikutip dari Tempo.

"Yang jadi soal di Indonesia ini, NIK yang sama bisa mempunyai SIM card yang banyak, yang mana itu oke juga, kalau punya sendiri. Kalau dipakai orang lain, karena tidak menjaga NIK-nya, pihak ketiga bisa mempunyai NIK kita," lanjutnya.

Setelah kabar kebocoran miliaran data pribadi ini viral di media sosial, netizen langsung membanjiri berbagai macam platform dengan berbagai macam pendapat. Tetapi, yang paling banyak adalah pendapat mengenai Kominfo yang tidak bertanggung jawab untuk melindungi data pribadi masyarakat Indonesia.

Salah satunya diungkapkan oleh Cybersecurity Consultant Teguh Aprianto melalui akun Twitternya. “Tahun 2018 @kemkominfo memaksa kita untuk melakukan registrasi nomor HP menggunakan NIK dan KK, dijanjikan akan terbebas dari spam,” tulis Teguh. “Terbebas dari spam tak didapat, kini data registrasi no HP (NIK, No HP, provider, tanggal registrasi) sebanyak 1,3 miliar bocor & dijual #BlokirKominfo,” lanjutnya.

Saat ini, Kominfo sudah melakukan penelusuran mengenai kebocoran data miliaran orang dalam SIM Card tersebut. Dalam pernyataan awal, Kominfo mengaku bahwa kebocoran data tersebut bukan diakibatkan oleh kelalaian dari pihaknya. Pasalnya format yang terdapat dalam data-data tersebut berbeda.



Penulis : Naufal Jauhar Nazhif

Editor   : Putri Dewi


RELATED ARTICLES

PESTA RAKYAT SAMBUT PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO-WAPRES GIBRAN

Presiden Prabowo Subianto menyapa masyarakat saat melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (20/10/2024).

Thomas Mola . 29 April 2025

Peringatan 70 Tahun Godzilla, dari Kritik Nuklir hingga Krisis Iklim

Pesan dalam Film Godzilla yang secara simbolis menggambarkan kritik terhadap nuklir dan perubahan iklim tetap relevan hingga kini

Crysania Suhartanto . 16 October 2024

Lampu Lalu Lintas Akan Tambah Warna Baru?

Ada usulan penambahan warna putih di lampu lalu lintas sehingga menjadi empat warna testt

Visual . 29 May 2024