Share

Home Stories

Stories 22 Mei 2023

Cegah Peretasan, KPU Harus Kuatkan Keamanan Siber

Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus mulai mengantisipasi kebocoran data milik masyarakat menjelang Pilpres 2024 di tengah banyaknya kasus peretasan

Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Context.id, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus mulai mengantisipasi kebocoran data milik masyarakat menjelang Pilpres 2024 di tengah banyaknya kasus peretasan yang kerap terjadi di Indonesia.

Pengamat keamanan siber dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Al Muhdil Karim mengungkapkan ada sejumlah mitigasi yang bisa dilakukan oleh KPU agar data pemilih pada Pilpres 2024 tidak jatuh ke tangan yang salah atau dijual ke darkweb.

Menurut pengajar  UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, mitigasi yang pertama bisa dilakukan oleh KPU adalah menganalisa proses bisnis pelaksanaan pemilu, kemudian jika proses bisnis tersebut sudah terlihat jelas, baru membagi setiap prosesnya ke dalam beberapa tingkat risiko.

“Tingkat risiko kemudian dijadikan sebagai patokan dalam mengembangkan skenario penyerangan yang mungkin saja terjadi dalam setiap fase,” tuturnya kepada Context melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (22/5/2023).

Selanjutnya, skenario penyerangan tersebut dijadikan acuan untuk membuat guidline strategi keamanan siber bagi KPU. Kemudian, KPU juga bisa menurunkan pedoman tersebut menjadi aturan teknis mitigasi agar tidak mudah diretas.

“Setelah itu baru masuk ke implementasi strategi. Jika strategi sudah berjalan di level yang praktis, maka bisa diperkuat lagi degan proses monitoring anomali dalam proses bisnis,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa peretas saat ini melakukan peretasan tidak lagi untuk menyenangkan dirinya sendiri, tetapi untuk mendapatkan finansial sekaligus reputasi.

“Trennya sekarang itu di setiap negara sudah terbentuk. Jadi hacker melakukan peretasan bukan hanya untuk just for fun, tetapi lebih ke alasan supremasi yang paling dominan dan finansial serta reputasi mereka meakukan peretasan,” ujarnya.



Penulis : Sholahuddin Ayyubi

Editor   : Wahyu Arifin

Stories 22 Mei 2023

Cegah Peretasan, KPU Harus Kuatkan Keamanan Siber

Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus mulai mengantisipasi kebocoran data milik masyarakat menjelang Pilpres 2024 di tengah banyaknya kasus peretasan

Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Context.id, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus mulai mengantisipasi kebocoran data milik masyarakat menjelang Pilpres 2024 di tengah banyaknya kasus peretasan yang kerap terjadi di Indonesia.

Pengamat keamanan siber dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Al Muhdil Karim mengungkapkan ada sejumlah mitigasi yang bisa dilakukan oleh KPU agar data pemilih pada Pilpres 2024 tidak jatuh ke tangan yang salah atau dijual ke darkweb.

Menurut pengajar  UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, mitigasi yang pertama bisa dilakukan oleh KPU adalah menganalisa proses bisnis pelaksanaan pemilu, kemudian jika proses bisnis tersebut sudah terlihat jelas, baru membagi setiap prosesnya ke dalam beberapa tingkat risiko.

“Tingkat risiko kemudian dijadikan sebagai patokan dalam mengembangkan skenario penyerangan yang mungkin saja terjadi dalam setiap fase,” tuturnya kepada Context melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (22/5/2023).

Selanjutnya, skenario penyerangan tersebut dijadikan acuan untuk membuat guidline strategi keamanan siber bagi KPU. Kemudian, KPU juga bisa menurunkan pedoman tersebut menjadi aturan teknis mitigasi agar tidak mudah diretas.

“Setelah itu baru masuk ke implementasi strategi. Jika strategi sudah berjalan di level yang praktis, maka bisa diperkuat lagi degan proses monitoring anomali dalam proses bisnis,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa peretas saat ini melakukan peretasan tidak lagi untuk menyenangkan dirinya sendiri, tetapi untuk mendapatkan finansial sekaligus reputasi.

“Trennya sekarang itu di setiap negara sudah terbentuk. Jadi hacker melakukan peretasan bukan hanya untuk just for fun, tetapi lebih ke alasan supremasi yang paling dominan dan finansial serta reputasi mereka meakukan peretasan,” ujarnya.



Penulis : Sholahuddin Ayyubi

Editor   : Wahyu Arifin


RELATED ARTICLES

PESTA RAKYAT SAMBUT PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO-WAPRES GIBRAN

Presiden Prabowo Subianto menyapa masyarakat saat melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (20/10/2024).

Thomas Mola . 29 April 2025

Peringatan 70 Tahun Godzilla, dari Kritik Nuklir hingga Krisis Iklim

Pesan dalam Film Godzilla yang secara simbolis menggambarkan kritik terhadap nuklir dan perubahan iklim tetap relevan hingga kini

Crysania Suhartanto . 16 October 2024

Lampu Lalu Lintas Akan Tambah Warna Baru?

Ada usulan penambahan warna putih di lampu lalu lintas sehingga menjadi empat warna testt

Visual . 29 May 2024